Selasa, 12 Mei 2009

BAHAN DISKUSI NAQD 13-05-09

"و ما علمناه الشعر وما ينبغي له . . ."

قال النبي صلي الله عليه وسلم : لان يمتلئ جوف احدكم قيحا حتي يريه خير له من ان يمتلئ شعرا.

(رواه البخاري و مسلم وأحمد في مسنده، حديث صحيح عن ابي هريرة)

1. Tuliskan arti petikan ayat al-Qur'an dan hadits Nabi yang tertera di atas !
2. Tulis pendapat Anda tentang makna ayatal-Qur'an dan hadits Nabi yang tertera di atas !


Kepustakaan :
BW (1) h. 126-129

14 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum.

    Nama : Feti Fatimatuzzahroh
    NPM : 180910070044

    1. hadits di atas artinya “ perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair (HR. muslim)
    al-qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya.
    2. makna ayat al-qur’an surat yasin tersebut yaitu Allah tidak mengajarkan syair kepada nabi Muhammad . nabi Muhammad adalah orang yang tidak tau apa-apa sebelum wahyu turun kepadanya, kemudian dengan tiba-tiba beliau mendakwahkan wahyu yang pertama dan kedua yaitu surat al-‘alaq dan al-mudatssir yang sangat tinggi dan indah gaya bahasanya. Orang jahiliyah menganggap apa yang dibawa nabi Muhammad adalah sebuah syair, maka Allah menjelaskan dalam surat tersebut bahwa yang dibawa nabi Muhammad bukanlah syair karena Allah tidak mengajarkan syair kepada beliau. Dan bersyair itu tidaklah layak baginya, karena para penyair zaman jahily banyak yang membuat syair mereka diikuti dengan perasaan yang ingin dipuji, serta dalam syairnya banyak mengungkapkan ejekan kepada orang yang dibenci, berlebih-lebihan, dan terlalu membesarkan masalah.
    Sedangkan Hadits di atas menunjukkan bahwa ketidaksukaan nabi terhadap para penyair zaman jahily yang banyak mengagungkan daya hayal mereka. Syair yang dimaksud mungkin adalah syair yang banyak berisikan ejekan pada orang yang dibenci dan pujian yang berlebihan terhadap wanita. Pada dasarnya syair yang bagus adalah syair yang paling tinggi daya hayalnya, atau dapat dikatakan juga syair yang indah adalah syair yang paling dusta. Oleh karena itu, nabi melarang untuk bersyair.

    BalasHapus
  3. 1. hadits di atas artinya “ perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair (HR. muslim)
    Q.S yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya.
    2. makna dari surat tersebut adalah, bahwasanya Allah tidak pernah mengajarkan Nabi muhammad syair, pertama kalinya sebelum diberi wahyu, nabi muhammad adalah orang yang tidak bisa baca dan menulis, sampai akhirnya diturunkan Q.S al-Alaq dan Al- Mudatsir, tapi orang jahiliyyah salah beranggapan, maka dari itu Allah menegaskan dengan di turunkannya ayat tersebut, bahwasanya Allah tidak pernah mengajarkan Syair dan bersyairpun sangatlah tidak layak baginya.
    kemudian makna hadis tersebut adalah Nabi tidak suka dengan Syair dan penyair pada zaman zahiliy. karena penyair dimasa tersebut mengungkapkan dengan inspirasi yang keluar dari daya khayal mereka yang sangat tinggi dan berlebihan.oleh karena itu nabi muhammad melarang untuk bersyair.

    BalasHapus
  4. Nama : Imas Tini Solihat
    NPM : 1809.1006.0005

    1. Terjemah dari surat Yāsin di atas adalah “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya(Muhammad). (Q.S. Yāsin : 69 )
    Adapun terjemah dari haditsnya adalah : Lebih baik rongga (mulut) ini dipenuhi dengan dahak dari pada harus penuh dengan syair.(HR. Muslim)
    2. Maksudnya dari ayat al-quran di atas yaitu : Allah SWT tidak mengajarkan syair kepada Nabi Muhammad. dan Nabi Muhammad adalah orang yang tidak tau apa-apa sebelum wahyu turun kepadanya, kemudian dengan tiba-tiba beliau mendakwahkan wahyu yang pertama dan kedua yaitu surat al-‘alaq dan al-mudatssir yang sangat tinggi dan indah gaya bahasanya. Sehingga Orang jahiliyah menganggap bahwa Nabi Muhammad adalah seorang penyair dan apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah sebuah syair, maka Allah menjelaskan dalam surat tersebut bahwa yang dibawa nabi Muhammad bukanlah syair karena Allah tidak mengajarkan syair kepada beliau. Dan bersyair itu tidaklah layak baginya, karena para penyair zaman jahily banyak yang membuat syair mereka diikuti dengan perasaan yang ingin dipuji, serta dalam syairnya banyak mengungkapkan cacian yg berlebihan kepada orang yang dibenci, ataupun sebaliknya pujian kepada yang mereka senangi dan juga terlalu membesarkan-besarkanmasalah.
    Sedangkan maksud Hadits di atas menunjukkan bahwa ketidaksukaan Nabi Muhammad SAW terhadap para penyair zaman jahily yang banyak mengagungkan daya hayal mereka. Syair yang dimaksud mungkin adalah syair yang banyak berisikan ejekan pada orang yang dibenci dan pujian yang berlebihan terhadap wanita.(Al-Ghazl). Tapi tidak semua penyair di benci oleh Nabi. Q.S Asy-Syu’ara ayat 224-227 yang artinya….
    Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. (224)
    Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,(225)
    dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?, (226)
    kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shaleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kedzaliman. Dan orang-orang yang dzalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.(227).

    BalasHapus
  5. Nama : Ari Ilham harmain
    NPM : 180910070007
    1. al-Qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad) dan bersya’ir itu tidaklah layak baginya.
    Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “ penuhnya perut seseorang dari kalian lebih baik dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair ”

    2. Firman Allah : ” dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad)” Allah mengabarkan tentang rasulNya bahwa Allah tidak mengajarkan syair kepada beliau. Dan ayat “dan bersyair itu tidaklah layak baginya.” Maksudnya adalah bersyair itu bukan watak beliau, karena beliau tidak pandai bersyair dan juga tidak menyukainya. Sehingga diriwayatkan beliau tidak hafal satu pun bait sya’ir dengan wazan yang teratur, melainkan apabila beliau melantunkan sya’ir maka beliau memutusnya yakni tidak menyempurnakannya, hal ini karena Allah telah mengajarkan al-Quran yang agung. Lebih agung dari sya’ir karena al-Quran bukan sya’ir.Adapun maksud hadits diatas adalah celaan bagi orang yang mempelajari sya’ir sehingga melalaikannya dari al-Quran maupun mengingat Allah.sebagaimana yang disebutkan oleh pengarang kitab ‘aunul ma’buud menukil perkataan abu ‘ali dari abu ‘ubaid

    Adapun maksud hadits diatas adalah celaan bagi orang yang mempelajari sya’ir sehingga melalaikannya dari al-Quran maupun mengingat Allah.sebagaimana yang disebutkan oleh pengarang kitab ‘aunul ma’buud menukil perkataan abu ‘ali dari abu ‘ubaid

    BalasHapus
  6. Nama : Ari Ilham harmain
    NPM : 180910070007
    1. al-Qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad) dan bersya’ir itu tidaklah layak baginya.
    Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “ penuhnya perut seseorang dari kalian lebih baik dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair ”
    2. Firman Allah : ” dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad)” Allah mengabarkan tentang rasulNya bahwa Allah tidak mengajarkan syair kepada beliau. Dan ayat “dan bersyair itu tidaklah layak baginya.” Maksudnya adalah bersyair itu bukan watak beliau, karena beliau tidak pandai bersyair dan juga tidak menyukainya. Sehingga diriwayatkan beliau tidak hafal satu pun bait sya’ir dengan wazan yang teratur, melainkan apabila beliau melantunkan sya’ir maka beliau memutusnya yakni tidak menyempurnakannya, hal ini karena Allah telah mengajarkan al-Quran yang agung. Lebih agung dari sya’ir karena al-Quran bukan sya’ir.Adapun maksud hadits diatas adalah celaan bagi orang yang mempelajari sya’ir sehingga melalaikannya dari al-Quran maupun mengingat Allah.sebagaimana yang disebutkan oleh pengarang kitab ‘aunul ma’buud menukil perkataan abu ‘ali dari abu ‘ubaid

    Adapun maksud hadits diatas adalah celaan bagi orang yang mempelajari sya’ir sehingga melalaikannya dari al-Quran maupun mengingat Allah.sebagaimana yang disebutkan oleh pengarang kitab ‘aunul ma’buud menukil perkataan abu ‘ali dari abu ‘ubaid

    BalasHapus
  7. nama : muhammad hudapitra
    npm : 180910070005

    1.-surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad) dan bersya’ir itu tidaklah layak baginya.
    -hadist muslim :Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “ penuhnya perut seseorang dari kalian lebih baik dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair ”
    2.Surat yasin ayat 69 diatas menunjukkan bahwa apa yang dibawa oleh rasulullah adalah wahyu bukanlah sair. kemudian, bersair adalah bukan kebiasaan beliau dan beliau juga tidak pandai dalam membuat sair. sehingga beliau tidak pernah membuat sair ataupun membaca sair dengan sempurna. karena Alquran lebih baik dari pada sair apapun di dunia ini. sedangkan maksud hadis diatas adalah celaan bagi orang yang lebih suka mempelajari sair dari pada al quran, dan mereka melalaikan al-quran karena belajar sair.

    BalasHapus
  8. nama:Evi Lutfiah
    Npm :180910070053

    1. hadits di atas artinya “ perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair (HR. muslim)
    al-qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya.

    2. Ayat Al-qur'an di atas menguatkan bahwa wahyu yang diberikan Allah kepada Rasulullah,yaitu Al-quran jauh lebih sempurna di bandingkan syaair, maka dari itu Allah tidak mengajarkan syair kepada nabi muhammad.Apalagi pada zaman jahiliyah,syair2 yang muncul pada zaman itu adalah syair yang di buat hanya berdasarkan daya hayal para penyair,bukan berdasarkan oasa cinta terhadap sang Khalik.
    adoun maksud hadist di atas merupakan wujud ketidak sukaan nabi terhadap Orang2 yang lebih bersyair dan mengagungkan syair daripada Al-qur'an.

    BalasHapus
  9. Nama : Reni Supriyani
    NPM : 180910070002

    1. al-Qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan sya’ir kepadanya (Muhammad) dan bersya’ir itu tidaklah layak baginya.
    Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “ penuhnya perut seseorang dari kalian lebih baik dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair ”(HR. muslim)
    2. Maksud dari surat tersebut adalah, bahwasanya Allah memberikan wahyu pada nabi Muhammad SAW hanyalah AlQur'an dan Allah tidak pernah mengajarkan syair padanya. maka dengan di turunkannya ayat alqur'an ini adalah untuk menegaskan bahwa tidak ada yang lebih indah di bandingkan dengan ayat-ayat alqur'an.dan nabi muhammadpun bukan orang yang pandai bersyair, dan bersyair bukanlah kebiasaan beliau,dan juga bersyair bukan watak beliau, dan ketika pada zaman jahily banyak para penyair menggunakan syairnya untuk memuju diri sendiri dan wanita pada umumnya, dan syairnyapun mengandung daya khayal dan imajinasi yang sangat tinggi.dan juga di gunakan untuk mrngejek orang lain.
    sedangkan maksud hadis di atas adalah celaan bagi orang yang suka bersyair dan sering melalaikan alqur'an.

    BalasHapus
  10. 1. Q.S yasin ayat 69,: dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya.

    hadits : perut yang berisi cairan nanah yang dapat merusak tubuh lebih baik daripada perut yang berisi syair-syair.

    2. menurut saya:
    ayat&hadits itu menjelaskan bahwa syair-syar itu sebagai penanding Al-Qur'an.
    ayat itu menjelaskan bahwa syair tidak pernah diajarkan oleh Allah kepada Muhammad dan umatnya. yang diajarkan hanya AL-Qur'an. dan hadits itu sebagai penegas bahwa syair itu sangatlah buruk bagi kehidupan.

    BalasHapus
  11. dian perdana
    180910070033

    1. hadits di atas artinya “ perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair (HR. muslim)
    al-qur’an surat yaasin ayat 69, artinya “ dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya.

    2.sepengetahuan saya di atas:
    syair sangatlah membuat orang lupa akan kehidupannya sampai ia lalai dalam melakukan aktivitas keagamannya serta ibadahnnya sehingga tercipta lah hadist yang menyinggung tentang keadaan ini dan memberi tau yang baik adalah wahyu allah swt bukan syair
    sedangka rasulullah tidak pandai dalam membuat syair karena tidak diajarkan bagaimana dan gimana caranya sedangka al quran itu tiada bandinganynya dengan syair atau lainnya.

    BalasHapus
  12. Nama : Ema Rahmawati
    NPM : 1809-1006-0047
    1) Petikan ayat Alquran di atas adalah QS. Yaasin ayat 69, yang artinya: “dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya”.
    Yang kedua adalah Hadits Nabi Muhammad SAW: “Perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair”. (HR. Bukhary muslim).

    2) Pada QS. Yaasin 69 dijelaskan bahwa syair merupakan hal yang tidak diajarkan kepada Nabi Muhammad SAW dan bahkan tidak layak, karena pada masa itu (masa Jahiliyyah), syair amat sangat diagungkan, sehingga keberadaan al-quran pun pada saat itu dianggap sebagai syair dan Nabi Muhammad adalah penyair. Padahal tidaklah demikian. Al-quran merupakan firman allah yang memuat pedoman hidup. Syair menjadi sesuatu yang amat dibanggakan, menjadi senjata untuk mencaci, membanggakan kelompoknya berlebihan.
    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari muslim tersebut menunjukan berbahayanya syair, karena kebanyakan penyair pada masa jahiliyah menggunakan daya khayal seni bersyairnya untuk memuji, mencela, menghina, berlebihan dan ini merupakan hal tercela.

    BalasHapus
  13. Nama : Dinda Ratna Juniar
    Npm : H1I050006

    1.Arti dari Q.S Yasin ayat 69:
    "Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad)dan bersyair itu tidaklah layak baginya."
    Arti dari hadits Nabi di atas adalah:
    "Perut seseorang lebih baik penuh dengan cairan nanah yang dapat merusak tubuh dari pada penuh dengan syair."(H.R Muslim)
    2.Makna dari Q.S Yasin ayat 69 dan hadits Nabi:
    Allah tidak mengajarkan syair kepada Muhammad, karena bersyair bukanlah watak dari Nabi Muhammad. Allah menurunkan al-Quran kepada beliau, karena Quran lebih mulia daripada syair, karena syair dibuat hanya untuk kepentingan seseorang saja.
    Makna dari hadits di atas adalah:
    Penolakan atas syair yang terdapat pada zaman jahiliyah. Karena syair yang dibuat pada zaman jahiliyah dipergunakan untuk saling menjatuhkan harkat dan martabat seseorang. bahasa yang digunakan terkadang sangat kasar dan tidak senonoh. Sehingga syair dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus