Ciri-ciri Umum Kritik Sastra pada Masa Jahiliah
Meskipun bersumber pada riwayat dan teks-teks yang dianggap tidak kuat kesahihannya, namun tidak dinafikan; bahwa ada beberapa gejala umum ciri-ciri kritik sastra pada masa jahiliah, yaitu : 1. generalisasi,
2. menggunakan dzauq fithri,
3. spontanitas, dan
4. simplifikasi dan sentralisasi.
Bahan diskusi :
1. Tulis komentar Anda tentang pernyataan di atas !
2. Bagaimana pengaruh ajaran Islam terhadap kondisi kritik sastra yang ada pada masa jahiliah ?
Kepustakaan :
BW (1) h. 79-98.
Senin, 20 April 2009
TOPIK DISKUSI NAQD
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1. saya sangat setuju dengan pernyataan diatas, generalisasi, fitri, spontanitas dan sentralisasi.
BalasHapuskenapa? karena pada zaman jahiliyah, kaidah tentang kritik belum tertulis baku. walaupun demikian kritik tetap saja dilakukan dengan cara seperti diatas..
untuk mendapatkan kritik yang bagus seorang pengkrtik haruslah mempunyai banyak pengalaman dalam hal mengkritik sair arab...
2. pengaruh islam terhadap kritik sastra pada masa jahilyah, memperkuatnya. dan meyakini sair2 jahiliyah merupakan sair yang bagus walaupun beberapa ada yg tidak sesuai dengan ahlak islami...tetapi ditinjau dari segi arud, bahasa merupakan sair yang bagus.
bahkan toha husain berpendapat, bahwa sair-sair jahiliyah itu tidak ada dan sair itu muncul ketika zaman bani abbasiyah memerintahkan kepada para sastrawan untuk membuat sair2...
dan mereka mebuat sair untuk menyenangkan khalifah..
Nama : Ari Ilham Harmain
BalasHapusNPM : 180910070007
Setau saya yang sok tahu ini, saya setuju dengan beberapa ciri-ciri tersebut, sesetuju-setujunya.
Adapun kenapa saya setuju maka beginilah penjelasannya bapak haji :
1.Generalisasi
Kritik jaman jahiliyah itu memakai azas generalisasi, kalau bahasa pepatah itu “karena nila setitik rusak susu sebelanga”. Jadi kritik yang ada pada zaman itu bisa terjadi karena beberapa bait saja yang jelek maka langsung digeneralisasi bahwa syair itu jelek. Agar lebih mudah difahami sefaham-fahamnya maka ada beberapa contoh seperti kisah ummu jundub yang memenangkan Alqamah karena beberapa bait umrul qais tidak berperikebinatangan sehingga Alqamah yang menang dikarenakan keunggulan beberapa baitnya daripada umrul qais.
Contoh lain adalah catatan(ta’liq) torfah terhadap perkataan Musayib yang mensifati unta dengan sifat unta betina
Begitu pula kritik Nabigah saat mengunggulkan A’sa dan Khunasa dari Hasan bin Tsaabit
Begitu pula pemberian gelar –gelar sperti al muhbir kepada kepada thufail bin khaiyl, nabigah dan lain-lain
Beberapa contoh diatas menunjukkan adanya generalisasi pada kritik sastra jahiliyah
2.Memakai dzauq fithri
Sandaran kritik pada zaman tersebut bergantung kepada dzauq sang pengkritik, dzauq ini merupakan perasaan yang langsung dari pengkritik. Hal ini terjadi karena belum adanya aturan-aturan.Misalnya kasus Torfah terhadap Musayib, maka bagi sekumpulan unta muda yang sedang bermain dengan kumpulannya maka tidak dibenarkan untuk mensifatinya dengan sifat unta betina,dengan kata lain kritiknya itu berasal dari dzauqnya bahwa hal tersebut salah karena istanauqa itu untuk unta betina jadi salah jika digandengkan dengan unta jantan
Begitu pula pengingkaran Nabigah terhadap Hasan semuanya berasal dari dzauq fitri tersebut.
3.Spontanitas
Karena sandaran utama dalam kritiknya adalah dzauq fithri maka kritik yang ada pun bersifat spontan atau langsung. Hal ini dapat dilihat dari contoh-contoh yang telah disebutkan diatas. Dimana hampir semuanya bersifat spontan karena dzauq mereka menolak beberapa bait dari syair yang ada
4.Simplifikasi dan sentralisasi
Jadi kritik yang ada itu bersifat ringkas dan focus,jadi kritknya itu bisa dilakukan dengan cukup satu kata saja. hal ini dapat dilihat dari kritik yang ada, misalkan terhadapa syair hasan maka disebut terputus, syair suwayd maka disebutlah orang yang yatim dan perkataan mereka sebaik-baik penyair adalah zuhair jika tentang cinta, nabigah jika tentangketakutan,al- ‘Asyaa jika tentang kegembiraaan dan Umrul Qaiys jika tentang kendaraan. Kita dapat melihat kritiknya itu sangat singkat dan padat
Adapun pengaruh islam maka islam telah berhasil megubah bebraapa hal yaitu islam mampu mengubah dzauq arab padahal hal itu adalah watak mereka, islam mampu menciptakan kebangkitan dari standarisasi aturan kritik dan memodifikasi arah kritik tersebut. Dan yang paling berperan dalam hal tersebut adalah al-Quran
jika ditinjau dari perkembangannya kritik sastra pada zaman jahiliyah,sangatlah fluktuaktif. banyak sekali kontrofersi di dalamnya. tetapi menurut pandangan saya justru pada zaman itu sastra terasa lebih menggairahkan. dimana tidak ada suatu aturan yang membatasi. segala sesuatu bisa dijadikan obyek terciptanya suatu karya sastra. sekali pun itu merugikan orang lain. mulai dari gejolak politik, pujian atau olok2, penyesalan, putus asa, hingga wanita sekali pun bisa dijadikan obyek terciptanya suatu karya sastra. situasi yang amat menarik, dapat melambungkan nama seseorang sekaligus dapat memicu perpecahan dan kekacauan.
BalasHapuspengaruh Islam terhadap kondisi kritik sastra pada masa jahiliyah sangat lah besar, terutama dalam meluruskan hal-hal yang melenceng pada masa jahiliyah. pada masa jahiliyah kesusastraan arab berkembang dengan pesatnya, sedangkan awal datangnya islam perkembangan mulai sedikit surut, seiring dengan tersebarnya ajaran rasul.
dari segi bahasa, penyampaiannya pun menjadi lebih halus. lebih banyak penggunaan bahasa arab seiringnya datangnya islam.
dinda ratna-H1I050006
menurut saya:
BalasHapus1. pada saat jaman jahiliyyah, mereka tidak menggunakan aturan dalam bersyair, para penyair spontanitas dengan keadan pada saat itu terjadi.
sehingga, apa yang dirasakan langsung diungkapkan.
2.pengaruh islam sangat kuat, karena Al-qur'an itu datang sebagai mukjizat Nabi Muhammad untuk umatnya, yang dikala itu syair mempunyai pengaruh yang sangat kuat sebelum nabi muhammad diangkat menjadi rasul. sehingga syair Arab pada masa itu terkalahkan oleh Al-Qur'an, dan Al-Qu'an dianggap sebagai perkataan nabi muhammmad oleh orang-orang jahiliyah, padahal Al-Qur'an sendiri datangnya dari ALLAH SWT.
NAMA DIAN PERDANA
BalasHapusNPM 180910070033
menurut saya ya pak:
1.saya sangat setuju insyaallah dengan pernyataan yang bapak berikan pada saya, dikarena pada zaman jahiliyah itu untuk bisa berkreasi atau membuat syair bahkan mengeritik dan sejenisnnya saja sudah luar biasa dan tidak mudah untuk melakukannya pada zaman itu karena kaidah-kaidahnya kan belum ada, sedangkan untuk sebuah keritikan yang spontanitas,generalisasi,dzauq fitri atau sebagainnya sangatlah wajar dan memang harus seperti itu karena pernyataan saya sebelumnya dan sah sah saja ini pendapat saya loh pa nda tau yang lainnya.
2.pengaruhnya ya sangat membekas pada masa jahiliyah karena setelah mereka masuk pada ajaran baru yaitu islam mereka menyadari kesalahan-kesalahan sebelumnya yang membuat syair terlalu buka-bukaan atau bebas sedangkan yang sudah baik bisa lebih dibuat baik lagi dalam mengeritik atau membuat syair karena sudah tau akan kaedah dan batasan batasannya semua itu adalah khendak ALLAH SWT.